Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan percepatan metode Fast Track dan Crashing dengan perbandingan dengan memajukan dan menambah 25% pada kedua metode. Metode Fast Track dilakukan dengan menumpang-tindihkan aktivitas Sebanyak 25% pada lintasan kritis melalui perubahan hubungan dari Finish to Start dan Start to Start, tanpa menambah tenaga kerja. Sementara itu, metode Crashing dilakukan dengan menambah 25% tenaga kerja pada pekerjaan Pemasangan dinding bata lantai satu dan pemasangan dinding bata lantai dua. Hasil analisis metode Fast Track dengan Microsoft Project menunjukkan bahwa metode Fast Track mampu mempercepat durasi proyek sebanyak 15 hari yaitu dari 245 hari menjadi 230 hari (6%) dan menghemat biaya tidak langsung sebesar Rp94.320.000. Sedangkan metode Crashing mempercepat durasi dengan cara menambah tenaga kerja sebanyak 25% pada pekerjaan pemasangan dinding bata lantai satu dan pemasangan dinding bata lantai dua sebanyak 10 hari yaitu dari 245 hari menjadi 235 hari (4%) dengan tambahan biaya langsung sebesar Rp32.750.000. Berdasarkan analisis, metode Fast Track dinilai lebih efisien karena memberikan percepatan waktu tanpa menambah biaya langsung.
Copyrights © 2026