Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung pondasi tiang pancang tunggal dan kelompok pada proyek pembangunan rumah susun Polda Sumatera Utara di Medan Tembung, menggunakan data Cone Penetration Test (CPT) dan Standard Penetration Test (SPT).Metode analisis yang digunakan mencakup Metode Aoki–de Alencar dan Meyerhof untuk tiang tunggal, serta metode Converse–Labarre dan Los Angeles Group Action untuk tiang kelompok. Data geoteknik diperoleh dari pengujian (DCPT) dan SPT hingga kedalaman 20 meter padatitik investigasi. Analisis mencakup dua diameter tiang pancang, yaitu 30 cm dan 40 cm. Dengan menghitung kapasitas daya dukung ultimate dan ijin tanpa mempertimbangkan penurunan maupun gaya horizontal.Hasil analisis menunjukan variasi nilai daya dukung.Untuk tiang tunggal, metode Meyerhof memberikan kapasitas lebih tinggi sebesar 132,459 ton dibandingkan Aoki–de Alencar terkecil sebesar 48,605 ton, baik berdasarkan data CPT maupun SPT. Pada tiang kelompok, kapasitas metode Converse–Labarre dan Los Angeles Group dengan Meyerhoflebih besar yaitu 5529,109 ton padaConverse–Labarre,5278,234 ton pada Los Angeles dibandingkan Aoki–de Alencar yaitu 2770,996 ton padaConverse–Labarre,2797,028 ton pada Los Angeles. Perbedaan ini memperlihatkan pengaruh metode perhitungan terhadap kapasitas daya dukung pondasi. Temuan ini diharapkan memberi rekomendasi praktis dan menjadi referensi dalam perencanaan pondasi tiang pancang berbasis data CPT dan SPT.
Copyrights © 2026