Dalam proses pembangunan gedung, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakanaspekkrusial yang harus dirancang secara efisien dan terstruktur. Salah satu faktor penting dalam perencanaan RAB adalah pemilihan desain dan material, yang secara langsung memengaruhi biaya, kualitas, mutu, dan waktu pelaksanaan proyek. Dalam manajemen konstruksi, pendekatan Value Engineering (VE) dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas biaya konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagian pekerjaan yang memungkinkan diterapkannya rekayasa nilai, menentukan alternatif terbaik, serta menghitung besarnya penghematan biaya yang diperoleh setelah penerapan VE. Studi kasus dilakukan pada proyek pembangunan Puskesmas Kota Matsum IV di Kota Medan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pekerjaan struktur plat lantai menyumbang lebih dari 20% dari total biaya proyek, sehingga menjadi fokus utama dalam analisis VE. Melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP), diperoleh alternatif terbaik yaitu Alternatif 3, yang menggunakan sistem plat bondek. Alternatif ini tidak hanya memiliki nilai Life Cycle Cost (LCC) terendah, tetapi juga mampu menghasilkan efisiensi biaya hingga 48% dibandingkan desain awal pada pekerjaan struktur plat lantai.
Copyrights © 2026