Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2020, tercatat sebanyak 1.769.425 (90%) wanita yang menderita dismenorea, dengan 10-16% menderita dismenorea berat. Sebagian besar remaja memilih membiarkan nyeri atau menggunakan obat pereda nyeri, padahal penggunaan obat secara berulang berpotensi menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan metode nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan, salah satunya adalah yoga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri kelas XI di SMAN 7 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 23 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil frekuensi intensitas nyeri haid sebelum dilakukan yoga sebagian besar responden (69,6%) merasakan intensitas nyeri haid pada skala 4-6 atau nyeri sedang, setelah dilakukan yoga sebagian besar responden (87,0%) merasakan intensitas nyeri haid pada skala 1-3 atau nyeri ringan. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan yoga terhadap penurunan nyeri dismenore. Dapat disimpulkan bahwa yoga efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Yoga dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah dilakukan untuk membantu remaja mengelola nyeri menstruasi. Disarankan kepada pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi mengenai manfaat yoga sebagai bagian dari promosi kesehatan remaja.
Copyrights © 2026