Pruritus vulva merupakan iritasi genetalia yang ditandai dengan rasa gatal pada area vulva, yang dapat dicegah melalui penerapan personal hygiene, khususnya saat menstruasi. Edukasi kesehatan berbasis audiovisual dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 52 siswi kelas VII dan VIII di SMP 17.1 Gedong Tataan. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, kemudian dianalisis dengan tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi kesehatan melalui audiovisual tentang personal hygiene dalam pencegahan pruritus vulva saat menstruasi. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang adalah 43 responden (83%), cukup 6 responden (11,5%), baik 3 responden (5,77%), dengan nilai rata-rata keseluruhan 49,13 dan setelah edukasi pengetahuan meningkat menjadi baik adalah 47 responden (90,4%), cukup 5 responden (9,6%) dengan nilai rata- rata keseluruhan 84,80 dengan kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai personal hygiene saat menstruasi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penggunaan media audiovisual dalam edukasi kesehatan melalui penelitian kuantitatif dengan jumlah responden yang lebih besar dan bervariasi.
Copyrights © 2026