Kutu beras (Sitophilus oryzae L.) merupakan hama utama penyimpanan yang menurunkan kualitas beras. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) sebagai repellent terhadap Sitophilus oryzae serta pengaruh waktu aplikasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan empat waktu pengamatan (0, 12, 24, dan 168 jam). Parameter yang diamati meliputi daya repellent, pengaruh waktu aplikasi terhadap aktivitas repellent, kerusakan beras, dan populasi akhir kutu beras. Data dianalisis dengan Repeated Measures ANOVA. Hasil menunjukkan terdapat interaksi nyata antara perlakuan dan waktu pengamatan terhadap aktivitas repellent. Persentase repelensi tertinggi diperoleh pada ekstrak daun pandan wangi (80%), diikuti ekstrak daun jeruk nipis (78%) pada 168 jam setelah aplikasi, sedangkan kerusakan beras tidak berbeda nyata antarperlakuan. Kedua bahan berpotensi sebagai pestisda nabati ramah lingkungan untuk pengendalian Sitophilus oryzae.
Copyrights © 2026