Penelitian ini mengkaji kontribusi faktor-faktor produksi terhadap tingkat pendapatan petambak udang windu di kawasan pesisir perkotaan Kecamatan Medan Labuhan. Dengan pendekatan kuantitatif survei terhadap 75 petambak yang dipilih secara purposive, lima variabel diuji menggunakan analisis regresi linear berganda berbantuan IBM SPSS Statistics 26, meliputi luas lahan (X₁), modal usaha (X₂), benih udang (X₃), pakan (X₄), dan tenaga kerja (X₅). Hasil pengujian parsial menunjukkan luas lahan dan tenaga kerja memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha, sedangkan modal usaha dan benih udang berdampak negatif signifikan mengindikasikan adanya inefisiensi penggunaan input dan risiko kepadatan tebar yang berlebih. Pakan tidak terbukti berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel faktor produksi berpengaruh nyata terhadap pendapatan (Uji F, sig. 0,000). Nilai Adjusted R² sebesar 0,305 menunjukkan model menjelaskan 30,5% variasi pendapatan usaha, sementara 69,5% dipengaruhi faktor di luar model seperti kualitas air, fluktuasi harga pasar, dan risiko penyakit udang. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan usaha tambak bukan semata ditentukan oleh kuantitas input, melainkan oleh efisiensi kombinasi penggunaannya. Implikasi manajerial dan kebijakan penelitian ini relevan bagi pengembangan sektor perikanan budidaya di kawasan pesisir Sumatera Utara.
Copyrights © 2026