Umur ibu, usia gestasi, dan komplikasi kehamilan seperti pre eklamsia adalah beberapa faktor maternal yang dapat memengaruhi berat bayi lahir. Gangguan aliran darah ke plasenta, merupakan salah satu efek penting pre eklamsia, menyebabkan Pertumbuhan Janin Terganggu (PJT) yang kemudian menyebabkan bayi BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur ibu, usia kehamilan, dan pre eklamsia berdampak pada berat bayi yang dilahirkan di RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2024. Metode : Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu bersalin dari bulan Januari-September 2024 sebanyak 344 orang, Sampel penelitian ibu yang mengalami pre eklamsia sebanyak 27 orang. Analisa statistisk dilakukan univariat sampai multivariat. Hasil: analisis uji T menunjukkan  tidak ada perbedaan rata-rata berat lahir bayi pada ibu dengan umur <35 tahun dan >35 tahun (p = 0,726), ada perbedaan berat lahir bayi usia gestasi <37 minggu dan > 37 minggu (p = 0,000), ada perbedaan berat lahir bayi dari ibu dengan pre eklamsia dan ibu yang tidak (p = 0,000). Hasil analisis regresi linear berganda umur ibu, usia kehamilan, dan pre eklamsia menjelaskan 51,2% variasi berat lahir bayi (R2=0,512). Umur ibu dan usia gestasi memiliki berpengaruh terhadap berat lahir bayi (p < 0,000. Pre eklamsia menunjukkan hubungan negatif dan tidak signifikan (p 0, 058). Kesimpulan : umur ibu dan usia gestasi memiliki korelasi yang signifikan dengan berat bayi saat lahir. Kondisi pre eklamsia memiliki kecenderungan untuk menurunkan berat lahir bayi, tetapi pengaruh ini tidak signifikan secara statistik dalam model ini.
Copyrights © 2025