Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sensor menggunakan pendekatan kalibrasi relatif pada sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT). Sistem monitoring menggunakan sensor MQ-135 untuk mendeteksi gas, sensor DHT11 untuk mengukur suhu dan kelembaban, serta sensor GP2Y1010AU0F untuk mendeteksi partikel debu. Implementasi sistem dilakukan pada ruang rapat Diskominfotik Lampung sebagai lingkungan pengujian.Pengujian dilakukan melalui proses kalibrasi relatif dengan memberikan media uji berupa gas korek api, asap pembakaran kertas, dan partikel debu untuk merepresentasikan variasi kondisi udara. Sebanyak 990 data sampel dikumpulkan sebelum dan sesudah proses kalibrasi. Analisis kinerja sensor dilakukan menggunakan parameter nilai rata-rata dan rentang data untuk mengevaluasi kestabilan pembacaan serta tingkat noise sensor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kalibrasi relatif mampu meningkatkan kestabilan dan konsistensi pembacaan sensor. Rentang suhu menurun dari 11,4°C menjadi 2,7°C, rentang sensor gas menurun dari 11,62 menjadi 3,30, dan rentang sensor debu menurun dari 92,52 menjadi 35,20. Selain itu, fluktuasi data kelembaban menjadi lebih terkendali setelah proses kalibrasi.Penurunan rentang data dan berkurangnya nilai ekstrem menunjukkan bahwa pendekatan kalibrasi relatif efektif dalam mengurangi noise dan meningkatkan performa sensor pada sistem monitoring kualitas udara berbasis IoT. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan layak digunakan untuk pemantauan kualitas udara dalam ruangan secara real-time dengan biaya implementasi yang relatif rendah.
Copyrights © 2026