Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak diminati oleh masyarakat. Namun, keterbatasan pengetahuan tentang penyakit kucing, kurangnya ketersediaan dokter hewan, serta biaya konsultasi yang mahal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini merancang dan membangun sistem pakar berbasis web yang mampu mendiagnosis penyakit kucing menggunakan kombinasi metode Forward Chaining dan Certainty Factor (CF). Metode Forward Chaining digunakan sebagai aturan untuk menentukan penyakit berdasarkan gejala-gejala, sedangkan Certainty Factor digunakan untuk menentukan presentase penyakit tersebut. Sistem ini mencakup 11 jenis penyakit dan 37 gejala yang telah divalidasi oleh pakar, yakni drh. Kasmawati, MM. Pengujian sistem dilakukan melalui tiga pendekatan. Pertama, dilakukan pengujian terhadap salah satu sampel kasus secara manual, di mana gejala yang dimasukkan yaitu lemah, lesu, keluar leleran dari hidung, dan bersin, menghasilkan nilai keyakinan sebesar 97,12% dan menghasilkan diagnosis "Flu Kucing", yang sesuai dengan data dari pakar. Kedua, pengujian akurasi dilakukan dengan membandingkan hasil diagnosis sistem terhadap 13 data real, dan seluruh hasil diagnosis dinyatakan valid karena sesuai dengan hasil diagnosis dari pakar. Sistem ini dapat menjadi alat bantu diagnosis awal yang efisien bagi pemilik kucing dan pet shop, terutama ketika dokter hewan tidak tersedia.
Copyrights © 2026