UMKM Mie Level merupakan usaha kuliner homemade yang berdiri sejak tahun 2023 di Lamongan, dengan produk utama berupa mie level dengan pilihan tingkat kepedasan 0 hingga 10. Sebagai usaha kecil, UMKM Mie Level menghadapi tantangan dalam mengelola persediaan bahan baku agar proses produksi tetap berjalan lancar dengan biaya yang efisien, terutama setelah terjadi penurunan permintaan yang signifikan akibat dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap segmen pasar pelajar dan mahasiswa, serta kenaikan harga bahan baku tepung terigu dari pemasok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengelolaan persediaan bahan baku pada UMKM Mie Level serta menyusun simulasi kebijakan persediaan sederhana berbasis data primer guna mendukung efisiensi biaya dan menjaga ketersediaan bahan baku. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, menggunakan data primer hasil wawancara mengenai profil usaha, struktur biaya bulanan, dan pola permintaan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan harian UMKM Mie Level menurun sekitar 64% dibandingkan kondisi awal berdirinya usaha, yang menyebabkan biaya operasional bulanan tertanggung oleh volume produksi yang jauh lebih kecil sehingga biaya per porsi meningkat signifikan. Simulasi safety stock dan reorder point (ROP) berbasis satuan porsi menunjukkan bahwa UMKM Mie Level disarankan menyiapkan cadangan bahan baku setara 3 porsi tambahan, dengan titik pemesanan ulang pada kebutuhan setara 16 porsi per hari, guna mengantisipasi fluktuasi permintaan harian tanpa harus menyimpan persediaan berlebihan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan praktis bagi UMKM Mie Level dalam menyusun kebijakan persediaan yang lebih terukur di tengah tekanan penurunan permintaan dan kenaikan harga bahan baku.
Copyrights © 2026