Perusahaan-perusahaan sektor pertambangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sepanjang periode 2017-2023 menjadi objek kajian dalam penelitian ini, yang berfokus pada dampak transaksi mata uang asing terhadap penyajian laporan keuangan. Pendekatan data panel dengan metode kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini, di mana lima perusahaan dipilih melalui teknik purposive sampling sehingga menghasilkan 35 observasi secara keseluruhan. Analisis dilakukan terhadap data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan, dengan memanfaatkan regresi linier sederhana yang dilengkapi uji asumsi klasik, uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi. Temuan yang dihasilkan memperlihatkan adanya hubungan positif dan signifikan secara statistik antara transaksi mata uang asing dengan penyajian laporan keuangan, tercermin dari p-value sebesar 0,002 yang lebih rendah dari 0,05. Selain itu, koefisien determinasi (R²) senilai 0,246 memperlihatkan bahwa sebesar 24,6% variasi pada penyajian laporan keuangan dapat dijelaskan oleh transaksi mata uang asing, sementara 75,4% sisanya bersumber dari variabel-variabel di luar cakupan model penelitian ini. Melalui temuan-temuan tersebut, tampak jelas betapa pentingnya pengelolaan transaksi mata uang asing yang selaras dengan ketentuan PSAK 10 demi terciptanya laporan keuangan yang lebih andal dan relevan.
Copyrights © 2026