Tingkat keparahan ikterus dapat dievaluasi secara klinis dengan menggunakan skala Kremer yang mengukur sejauh mana warna kuning terlihat pada kulit bayi. Semakin tinggi nilai derajat Kremer, semakin besar estimasi kadar bilirubin. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan usia kehamilan, berat badan lahir dan jenis kelamin bayi terhadap kejadian ikterus RSUD Harapan dan Doa Kota Bengkulu Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh bayi dengan diagnosis ikterus neonatorum yang dirawat di Ruang Perinatologi RSUD Harapan dan Doa Kota Bengkulu selama periode Januari 2022–Desember 2023 sebanyak 138 bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil: Sebagian besar bayi memiliki skor derajat Kremer 5 (68,8%), lahir preterm (66,7%), memiliki berat badan lahir normal (73,2%), dan berjenis kelamin laki-laki (60,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara skor derajat Kremer (p=0,000), usia kehamilan (p=0,000), berat badan lahir (p=0,001), dan jenis kelamin (p=0,003) dengan ikterus neonatorum. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia kehamilan, berat badan lahir dan jenis kelamin bayi terhadap kejadian icterus neonatorum. di Ruang Perinatologi RSUD Harapan dan Doa Kota Bengkulu
Copyrights © 2025