Jurnal Ilmu Lingkungan
Vol 24, No 2 (2026): March 2026

Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau sebagai Penyerap Emisi CO2 di Pabrik Kelapa Sawit

Esta Azzahra (Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124)
Dian Rahayu Jati (Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124)
Aji Ali Akbar (Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124)



Article Info

Publish Date
18 Jul 2026

Abstract

Emisi karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan dari aktivitas industri berkontribusi signifikan terhadap peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer dan mempercepat laju perubahan iklim global. Industri pengolahan kelapa sawit, yang umumnya masih bergantung pada bahan bakar fosil, merupakan salah satu sektor utama penyumbang emisi CO₂ yang berdampak pada pemanasan global. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah mitigasi yang tepat guna mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Salah satu strategi mitigasi yang efektif dan berkelanjutan adalah pengoptimalan Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami melalui proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban emisi CO₂ yang dihasilkan dari aktivitas industri di PT. X, menentukan luas RTH yang tersedia di lokasi penelitian, serta mengevaluasi kemampuan vegetasi dalam RTH tersebut untuk menyerap emisi CO₂. Metode yang digunakan meliputi perhitungan emisi CO₂ berdasarkan pedoman IPCC 2006 dengan pendekatan Tier 1. Analisis spasial dilakukan untuk menentukan luas RTH, sementara survei lapangan digunakan untuk mengidentifikasi jumlah dan jenis vegetasi yang ada. Evaluasi daya serap vegetasi didasarkan pada literatur ilmiah mengenai potensi serapan karbon dari berbagai jenis penutup lahan hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total emisi CO₂ dari pembakaran bahan bakar solar mencapai 553,36 ton/tahun, sementara daya serap vegetasi mencapai 557,79 ton/tahun. Dengan demikian, terdapat surplus daya serap sebesar 4,43 ton/tahun. RTH yang tersedia seluas 6,93 Ha dari total lahan, telah melampaui standar minimum 10% sesuai regulasi. Kesimpulannya, PT. X menunjukkan kemampuan serapan karbon terbatas pada emisi dari penggunaan bahan bakar solar yang dianalisis dalam penelitian ini.

Copyrights © 2026