Fraktur merupakan salah satu kasus muskuloskeletal yang paling sering dijumpai di fasilitas pelayanan kesehatan dan umumnya memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif, termasuk tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes Flora tingkat III dan IV yang telah memperoleh materi keperawatan ortopedi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 163 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan keperawatan ortopedi dan kuesioner kesiapan mahasiswa. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan p 0,05. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan keperawatan ortopedi dalam kategori baik sebanyak 98 responden (60,1%) dan kesiapan dalam kategori siap sebanyak 107 responden (65,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keperawatan ortopedi dengan kesiapan mahasiswa dalam penatalaksanaan pasien fraktur dan pasca operasi ORIF (r = 0,648; p 0,001). Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan keperawatan ortopedi dengan kesiapan mahasiswa keperawatan STIKes Flora dalam penatalaksanaan pasien fraktur dan pasca operasi ORIF.
Copyrights © 2026