Dismenore primer merupakan salah satu gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Konsumsi kafein diduga menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer karena efeknya terhadap sistem saraf dan pembuluh darah. Namun, hasil penelitian mengenai hubungan keduanya masih menunjukkan perbedaan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi kafein dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di Tlogomas RT 5 RW 6. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 46 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data konsumsi kafein dan kejadian dismenore primer diperoleh melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p<0,05. Sebagian besar responden berusia 15 tahun (47,8%) dan mengalami menarche pada usia 12–14 tahun (93,5%). Mayoritas responden mengalami dismenore primer tingkat sedang (47,8%). Rata-rata konsumsi kafein responden sebesar 49,27±91,11 mg/hari dengan rentang 0,95–576,52 mg/hari. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi r=0,05 dan p=0,668 (p>0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dengan kejadian dismenore primer. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di Tlogomas RT 5 RW 6. Faktor lain di luar konsumsi kafein diduga lebih berperan dalam terjadinya dismenore primer.
Copyrights © 2026