Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan informasi bahwa petani anggrek di Batu menghadapi berbagai kendala teknis, terutama dalam mengidentifikasi secara dini gejala serangan penyakit serta membedakannya dengan gejala defisiensi unsur hara. Proses diagnosis selama ini masih mengandalkan pengalaman petani padahal penyakit pada anggrek dapat berkembang cepat pada kondisi lembab sehingga menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan jika tidak segera dikendalikan. Di sisi lain, hampir seluruh anggota kelompok tani anggrek telah memiliki telepon pintar berbasis Android, namun pemanfaatannya masih terbatas digunakan untuk komunikasi dan media sosial. Kondisi ini menunjukkan adanya peluang besar dalam penerapan teknologi digital pertanian berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu diagnosis tanaman. Dengan adanya pelatihan menggunakan aplikasi plantix untuk deteksi dini serangan penyakit dan defisiensi unsur hara dapat menghasilkan pengetahuan dan pengalaman yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan usaha tani anggrek di Batu Jawa Timur. Pelatihan penggunaan Plantix menjadi sangat relevan guna meningkatkan kapasitas petani anggrek di Kota Batu dalam menerapkan pertanian digital berbasis smartphone.
Copyrights © 2026