Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi berbagai tantangan dalam membangun daya saing di era digital, terutama terkait pengembangan branding produk dan optimalisasi digital marketing. Keterbatasan kapasitas dalam membangun identitas merek, menghasilkan konten digital, dan memanfaatkan platform pemasaran menyebabkan banyak UMKM belum mampu meningkatkan nilai tambah produknya secara optimal. Artikel ini bertujuan menyusun model konseptual pengabdian kepada masyarakat sebagai acuan dalam penguatan branding produk UMKM melalui digital marketing. Penelitian menggunakan pendekatan kajian konseptual dengan melakukan sintesis literatur yang relevan mengenai branding, digital marketing, pemberdayaan UMKM, dan model pengabdian kepada masyarakat. Hasil kajian menghasilkan model pengabdian yang terdiri atas lima tahapan, yaitu analisis kebutuhan mitra, penguatan kapasitas branding, penguatan kompetensi digital marketing, pendampingan implementasi, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Model tersebut dirancang sebagai kerangka sistematis yang mengintegrasikan penguatan identitas merek dengan pemanfaatan media digital untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM secara berkelanjutan. Model konseptual yang diusulkan diharapkan menjadi referensi bagi perguruan tinggi, pemerintah daerah, maupun lembaga pendamping dalam merancang program pengabdian yang lebih terarah, adaptif, mudah direplikasi, dan berorientasi pada peningkatan daya saing UMKM di era transformasi digital.
Copyrights © 2026