JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
Volume 9, Nomor 2, Mei 2026

DURABILITAS BETON DENGAN SUBSTITUSI FLY ASH DAN GGBFS TERHADAP SERANGAN SULFAT MELALUI SIKLUS BASAH–KERING

Irene Vista Simanjuntak (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Indonesia)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2026

Abstract

This study investigates the performance of mortar containing 5% fly ash and 10% Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) under wet–dry cycles in a sulfate environment. Sulfate attack combined with repeated wet–dry exposure can accelerate mortar deterioration due to sulfate ion penetration and salt crystallization. Ordinary mortar was used as a control mixture. Mortar cube specimens (5 × 5 × 5 cm) were prepared according to ASTM C109/C109M and cured for 28 days. The specimens were then immersed in a 5% Na₂SO₄ solution and subjected to 40 wet–dry cycles based on the principles of ASTM C1012/C1012M and ASTM D559/D559M. Each cycle consisted of 24 h of immersion and 24 h of oven drying at 55 °C. Compressive strength, mass loss, and surface condition were evaluated. The results showed that mortar containing fly ash and GGBFS achieved higher compressive strength, lower mass loss, and less surface deterioration than ordinary mortar. The incorporation of fly ash and GGBFS improved the mortar microstructure, reduced porosity, and enhanced resistance to sulfate attack under wet–dry cycling conditions. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji kinerja mortar dengan substitusi 5% fly ash dan 10% Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) yang mengalami siklus basah–kering dalam lingkungan sulfat. Kombinasi serangan sulfat dan siklus basah–kering dapat mempercepat degradasi mortar akibat penetrasi ion sulfat dan proses kristalisasi garam yang berulang. Mortar normal digunakan sebagai campuran pembanding. Benda uji berupa kubus mortar berukuran 5 × 5 × 5 cm dibuat sesuai ASTM C109/C109M dan dirawat selama 28 hari. Selanjutnya, benda uji direndam dalam larutan Na₂SO₄ 5% dan dikenai 40 siklus basah–kering yang mengacu pada prinsip ASTM C1012/C1012M dan ASTM D559/D559M. Setiap siklus terdiri atas perendaman selama 24 jam dan pengeringan pada suhu 55 °C selama 24 jam. Parameter yang dianalisis meliputi kuat tekan, kehilangan massa, dan kondisi visual permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortar dengan substitusi fly ash dan GGBFS memiliki kuat tekan lebih tinggi serta penurunan kekuatan yang lebih kecil dibandingkan mortar normal. Selain itu, mortar modifikasi menunjukkan kehilangan massa dan tingkat kerusakan permukaan yang lebih rendah. Penggunaan fly ash dan GGBFS terbukti mampu memperbaiki mikrostruktur mortar, menurunkan porositas, dan meningkatkan ketahanan terhadap serangan sulfat pada kondisi siklus basah–kering.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jmts

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan ...