JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
Volume 9, Nomor 2, Mei 2026

PERBANDINGAN PERILAKU TIPE SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BEEP & BSEEP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

Dawami Burhan Sidqi (Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Budi Suswanto (Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Aniendhita Rizki Amalia (Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2026

Abstract

Experience from major earthquakes such as the Northridge (1994) and Kobe (1995) events has shown that many structural failures were caused by inadequate steel connection design that is important to build resilient infrastructure. Attention to improving the performance of steel connections continues to develop, including the use of Bolted Stiffened Extended End-Plate (BSEEP) and Bolted Extended End-Plate (BEEP) connections. This study aims to conduct a comparative investigation on the effect of stiffeners in BSEEP and BEEP connections using a non-linear finite element simulation approach with geometry validation and material parameters referring to previous experimental data. The study focuses on the moment–rotation relationship, flexural capacity at a rotation of 0.04 radians, and energy dissipation capacity. The analysis results show that WFP 8E has a flexural capacity 12.38% greater than BEEP 8E, while BSEEP 8ES has a flexural capacity 2.88% greater than BEEP 8E. In addition, WFP 4E has a flexural capacity 10.64% greater than BEEP 4E, while BSEEP 4ES has a flexural capacity 3.36% greater than BEEP 4E at a rotation of 0.04 radians. These results indicate that stiffeners parallel to the beam flange provide a greater influence on flexural capacity than stiffeners perpendicular to the beam flange. Abstrak Pengalaman dari gempa besar seperti Gempa Northridge (1994) dan Gempa Kobe (1995) menunjukkan bahwa kegagalan struktur disebabkan oleh desain sambungan baja yang tidak memadai, sehingga perancangan sambungan baja yang baik menjadi sangat penting untuk membangun infrastruktur yang tangguh. Perhatian terhadap peningkatan performa sambungan baja terus berkembang, termasuk penggunaan tipe sambungan Bolted Stiffened Extended End-Plate (BSEEP) dan Bolted Extended End-Plate (BEEP). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian komparatif terhadap pengaruh stiffner pada sambungan dengan menggunakan pendekatan simulasi numerik berbasis metode elemen hingga non-linier dengan validasi geometri dan parameter material mengacu pada data eksperimen terdahulu. Fokus kajian mencakup hubungan antara momen dan rotasi, kapasitas sambungan saat terjadi rotasi 0,04 radian, serta kemampuan sambungan dalam menyerap energi disipasi. Hasil analisis menunjukkan WFP 8E memiliki kapasitas lentur 12,38% lebih besar dari BEEP 8E dan model BSEEP 8ES memiliki kapasitas lentur 2,88% lebih besar dari BEEP 8E saat rotasi 0,04 radian, sedangkan WFP 4E memiliki kapasitas lentur 10,64% lebih besar  dari BEEP 4E dan model BSEEP 4ES memiliki kapasitas lentur 3,36% lebih besar dari BEEP 4E saat rotasi 0,04 radian. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan stiffner sejajar dengan sayap balok lebih berpengaruh terhadap kapasitas lentur dibandingkan dengan penambahan stiffner tegak lurus terhadap sayap balok.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jmts

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan ...