Pagaruyuang Law Journal
Volume 10 Nomor 1, Juli 2026

Kedudukan Token Properti: Asas Numerus Clausus Pasal 499 KUHPerdata dan Pasal 16 UUPA Pasca-Sandbox POJK 27/2024

Agung Satria Putra (Unknown)
Cristian Raja Putra (Fakultas Hukum Universitas Pamulang Tangerang Selatan)
Adzra Ardelia (Fakultas Hukum Universitas Pamulang Tangerang Selatan)
Rega Adeng Pora (Fakultas Hukum Universitas Pamulang Tangerang Selatan)



Article Info

Publish Date
06 Jul 2026

Abstract

Penelitian yuridis normatif ini menganalisis kedudukan hukum token properti (property-backed token) dalam asas numerus clausus hukum kebendaan Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada kesenjangan norma antara Pasal 499 KUHPerdata dan Pasal 16 ayat (1) UUPA terhadap POJK Nomor 27 Tahun 2024 pasca-kelulusan model bisnis ini dari regulatory sandbox OJK per November 2025. Hasil penelitian menunjukkan token properti bukanlah hak kebendaan (zakelijk recht) absolut, melainkan hak perorangan (persoonlijk recht) kontraktual terhadap penerbit. Token hanya mewakili manfaat ekonomi, bukan bukti hak atas tanah. Anomali ini menimbulkan ketidakpastian hukum saat penerbit pailit atau terjadi sengketa objek underlying. Penelitian merekomendasikan harmonisasi regulasi lintas sektoral antara OJK dan Kementerian ATR/BPN demi kepastian hukum investasi properti terfraksi berbasis blockchain.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

pagaruyuang

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Pagaruyuang Law Journal (PLJ) is a Peer Review journal published periodically two (2) times in one (1) year, ie in January and July. The journal is based on the Open Journal System (OJS) and is accessible for free, and has the goal of enabling global scientific exchange. PLJ is available in both ...