Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan strategi komunikasi pegawai bank syariah dalam memberikan edukasi keamanan bertransaksi digital kepada nasabah dengan literasi digital rendah di Bank Syariah Indonesia KCP Sidoarjo Gateway. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan layanan perbankan digital yang belum diimbangi dengan pemahaman keamanan digital nasabah sehingga meningkatkan risiko kejahatan siber seperti phishing. Penelitian ini memiliki kebaruan karena berfokus pada strategi komunikasi interpersonal pegawai bank syariah dalam edukasi keamanan digital, sedangkan penelitian sebelumnya lebih menekankan aspek teknologi keamanan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Informan penelitian terdiri dari pegawai frontliner dan nasabah pengguna layanan digital yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital nasabah menyebabkan kesulitan penggunaan layanan digital dan meningkatkan kerentanan terhadap phishing. Strategi komunikasi interpersonal melalui penggunaan bahasa sederhana, pendekatan langsung, dan pendampingan praktis terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kepercayaan nasabah terhadap layanan digital. Namun, edukasi yang dilakukan masih bersifat reaktif dan belum terstruktur secara sistematis sehingga diperlukan strategi komunikasi yang lebih terencana dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026