Penelitian ini menggali strategi komunikasi interpersonal mahasiswa dalam mengelola konflik dan emosi di komunitas residensial. Berdasarkan wawancara dengan sepuluh mahasiswa penghuni kos di Kelurahan Pisangan, ditemukan bahwa konflik sering dipicu oleh masalah kebersihan, kebiasaan pribadi, dan perbedaan karakter. Mahasiswa menggunakan komunikasi langsung, penghindaran, dan mediator sosial untuk menyelesaikan konflik. Pengelolaan emosi juga berperan penting, dengan banyak mahasiswa memilih menenangkan diri sebelum berbicara. Temuan ini memberikan wawasan praktis dalam mengelola konflik di lingkungan kos.
Copyrights © 2026