Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi sosial budaya mahasiswa etnik Nias di Prodi pendidikan Antropologi Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di awal perkuliahan, mahasiswa Nias menghadapi tantangan adaptasi signifikan, seperti perasaan terisolasi, kesepian, canggung dan terbatasnya jaringan pertemanan akibat perbedaan etnis dan budaya serta struktur pertemanan kelas yang sudah terbentuk. Bahkan, beberapa merasakan adanya prasangka etnis, yang semakin menghambat interaksi awal mereka. Sebagai respon terhadap tantangan ini, mahasiswa Nias secara proaktif mengembangkan berbagai strategi adaptasi, strategi yang paling dominan adalah mencari dan bergabung dengan komunitas mahasiswa Nias di kampus. Komunitas ini berperan sebagai dukungan psikologis, memperkuat identitas etnis, serta menjadi interaksi sosial tempat mereka belajar dan mengasah keterampilan berinteraksi dengan berbagai latar belakang. Temuan ini menegaskan relevansi teori Steward, bahwa adaptasi budaya adalah proses dinamis yang melibatkan penyesuaian dua arah antara individu dan lingkungan. Mahasiswa Nias berhasil memilih dan menyesuaikan elemen budaya mereka untuk kelangsungan hidup sosial di lingkungan baru, menunjukkan adanya evolusi budaya dalam perilaku interaksi mereka sambil tetap mempertahankan identitas.
Copyrights © 2025