Pendahuluan Transformasi digital dalam era Society 5.0 mendorong organisasi sektor publik untuk mengoptimalkan pengelolaan pengetahuan sebagai aset strategis dalam meningkatkan kualitas layanan, efektivitas organisasi, dan pengambilan keputusan berbasis data. Namun, implementasi manajemen pengetahuan masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan budaya organisasi. Metode Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 12 artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar pada rentang tahun 2021–2026. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi strategi, faktor pendukung, tantangan, dan dampak implementasi manajemen pengetahuan di sektor publik. Hasil dan Diskusi Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan berperan penting dalam meningkatkan efektivitas organisasi melalui pengelolaan informasi, knowledge sharing, inovasi layanan, serta pengambilan keputusan berbasis data. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh dukungan teknologi informasi, kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan yang visioner, dan budaya organisasi yang kolaboratif. Sebaliknya, hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya kompetensi digital, resistensi terhadap perubahan, serta keterbatasan anggaran. Simpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan investasi teknologi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan pembentukan budaya organisasi yang inovatif merupakan faktor kunci dalam mendukung transformasi manajemen pengetahuan sektor publik yang adaptif dan berdaya saing di era Society 5.0
Copyrights © 2026