Enterococcus faecalis merupakan bakteri patogen yang berperan penting dalam infeksi endodontik persisten dan sering dikaitkan dengan kegagalan perawatan saluran akar karena memiliki kemampuan bertahan pada lingkungan dengan nutrisi terbatas. Pemanfaatan bahan alam sebagai agen antibakteri alternatif menjadi salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya melalui minyak atsiri daun sirih hitam (Piper betle L. var. nigra) yang diketahui mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri minyak atsiri daun sirih hitam terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Penelitian menggunakan rancangan true experimental dengan desain post-test only control group. Pengujian dilakukan terhadap 12 variasi konsentrasi minyak atsiri (4%; 2%; 1%; 0,5%; 0,25%; 0,125%; 0,062%; 0,031%; 0,015%; 0,007%; 0,003%; dan 0,001%), disertai kontrol positif berupa eugenol dan kontrol negatif berupa DMSO 10%. Aktivitas antibakteri dievaluasi menggunakan metode mikrodilusi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), kemudian dilanjutkan dengan metode streak plate pada media Nutrient Agar untuk menentukan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun sirih hitam memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. faecalis, yang ditandai dengan adanya sumuran tetap jernih pada beberapa konsentrasi pengujian serta tidak ditemukannya pertumbuhan koloni bakteri pada media kultur setelah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun sirih hitam berpotensi menghambat pertumbuhan Enterococcus faecalis sehingga berpeluang dikembangkan sebagai bahan antibakteri alami dalam bidang kedokteran gigi, khususnya sebagai kandidat medikamen saluran akar.
Copyrights © 2026