Latar Belakang : Trauma menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi, akibat adanya perdarahan. Kasus trauma pelvis, sering terjadi kasus syok hemoragik akibat adanya ruptur vena sehingga mengganggu hemodinamik pasien. Tujuan artikel ini untuk melaporkan penanganan stabilisasi syok hemoragik pada pasien fraktur pelvis terbuka disertai dengan fraktur multipel dan trauma kepala akibat kecelakaan Deskripsi Kasus : Pasien laki-laki usia 21 tahun post kecelakaan dengan GCS E3V4M4, frekuensi nafas 30 kali/menit, SpO2 98%, tekanan darah 97/61 mmHg, nadi 120 kali/menit cepat dan lemah, akral dingin, dan CRT >2 detik. Tampak luka terbuka luas pada paha hingga kepala femur terlihat, dengan deformitas femur dan cruris. Hasil USG FAST tampak vena cava inferior kolaps dan tampak fraktur multipel pada pemeriksan rontgen pelvis, femur, dan cruris. Terapi resusitasi yakni oksigenasi non-rebreathing mask 10 liter/ menit, infus 1500 mL NaCl 0,9% dan 500 mL Volulyte, transfusi PRC 2 kolf, vasopressor norepinefrin dan dobutamin. Setelah dilakukan resusitasi, tekanan darah menjadi 129/53 mmHg, frekuensi nadi tetap 120 kali per menit, frekuensi napas 28 kali per menit, suhu tubuh 36,7°C, dan saturasi oksigen 98%. Kesimpulan : Penanganan syok hemoragik akibat trauma butuh resusitasi awal yang cepat dan tepat, menilai tanda vital dan klinis menentukan penanganan syok hemoragik. Kata Kunci : Syok hemoragik, resusitasi cairan, fraktur pelvis, trauma
Copyrights © 2026