Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada Unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan menempatkan efektivitas pengawasan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diukur menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Tahapan analisis meliputi statistik deskriptif, evaluasi model pengukuran, evaluasi model struktural, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan motivasi kerja berpengaruh positif serta signifikan terhadap efektivitas pengawasan. Kompetensi juga terbukti meningkatkan kinerja karyawan, sedangkan motivasi kerja tidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan. Selain itu, efektivitas pengawasan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan sekaligus memediasi hubungan antara kompetensi, motivasi kerja, dan kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa pengawasan yang efektif berperan penting dalam mengoptimalkan kompetensi dan motivasi karyawan sehingga mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik, sekaligus memperkuat dukungan empiris terhadap Ability–Motivation–Opportunity (AMO) Theory dan Organizational Behavior Theory pada sektor perbankan.
Copyrights © 2026