Pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kemandirian ekonomi jemaat. Namun, sebagian besar ibu-ibu jemaat GKII Kambaniru Kabupaten Sumba Timur masih memiliki keterbatasan dalam pengelolaan usaha rumah tangga, terutama dalam aspek manajemen usaha dan pemanfaatan sumber daya lokal yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen usaha serta mendorong inovasi produk melalui pengolahan kerupuk nasi sebagai alternatif usaha rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, pelatihan manajemen usaha, pelatihan inovasi produk, praktik produksi dan pengemasan, pendampingan usaha, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan diikuti oleh 15 orang ibu-ibu jemaat yang berusia 28–50 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait konsep usaha mikro, perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, serta pentingnya inovasi produk. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan produk kerupuk nasi dengan variasi rasa dan kemasan yang lebih menarik sehingga memiliki nilai tambah ekonomi dan potensi untuk dipasarkan. Kegiatan ini juga meningkatkan motivasi peserta untuk mengembangkan usaha rumah tangga berbasis sumber daya lokal. Dengan demikian, pelatihan manajemen usaha dan inovasi produk kerupuk nasi dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan ekonomi yang efektif dalam meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan jemaat.
Copyrights © 2026