Penelitian ini mengkaji makna kata As-Shamad dalam Surah Al-Ikhlāṣ ayat kedua dengan pendekatan semantik dalam kerangka Ilmu Dalālah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semantik. Makna As-Shamad dianalisis dari tiga dimensi: leksikal, kontekstual, dan teologis. Secara leksikal, As-Shamad merujuk pada dzat yang menjadi tempat bergantung, tempat kembali, serta sumber rujukan bagi segala kebutuhan. Secara kontekstual, kata ini digunakan dalam struktur ayat yang menegaskan keesaan dan kemutlakan Allah, memperkuat konsep tauhid. Dalam kerangka Ilmu Dalālah, As-Shamad merupakan penunjukan makna melalui sifat yang disebutkan berdampingan dengan nama Allah lainnya, yang menguatkan posisi Allah sebagai satu-satunya dzat yang tidak bergantung pada apa pun, sementara seluruh makhluk bergantung kepada-Nya. Penelitian ini menunjukkan bahwa makna As-Shamad dalam konteks Surah Al-Ikhlāṣ tidak hanya menampilkan aspek linguistik, tetapi juga pesan teologis yang mendalam mengenai sifat-sifat Allah. Dengan pendekatan semantik dan Dalālah, pemahaman terhadap makna suatu lafaz dalam Al-Qur’an memerlukan pengamatan terhadap dimensi leksikal, konteks ayat, dan hubungan antar kata yang membentuk makna secara utuh dan menyeluruh. Oleh karena itu, As-Shamad bukan hanya sebuah kata, melainkan representasi dari inti ajaran tauhid Islam.
Copyrights © 2025