Peningkatan urbanisasi dan pertumbuhan penduduk sebesar 1,2% pada tahun 2020-2023 di Kabupaten Cirebon menghadirkan sebuah tantangan baru dalam pemenuhan kebutuhan energi dan mengatasi permasalahan lingkungan. Limbah peternakan ruminansia memiliki potensi besar sebagai bahan baku energi terbarukan, khususnya sebagai energi biogas. Penelitian dilakukan guna mengidentifikasi potensi biogas yang dapat dihasilkan dari limbah peternakan ruminansia di Kabupaten Cirebon dan equivalensinya terhadap LPG dan energi listrik. Penelitian menggunakan data sekunder dari laporan BPS Kabupaten Cirebon dan dianalisis menggunakan metode perhitungan dengan mengacu pada parameter teknis potensi biogas. Variabel yang diteliti meliputi populasi ternak ruminansia, jumlah kotoran yang dihasilkan, potensi biogas harian, serta equivalensinya terhadap LPG dan energi listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 337.738 ekor ternak ruminansia mampu menghasilkan kotoran 669.919 kg/hari, dengan potensi biogas sebesar 17.355 m3/hari. Potensi tersebut setara dengan 7.983 kg LPG, yang apabila dimanfaatkan dapat menghemat Rp53,22 juta/hari untuk biaya penggunaan LPG. Apabila dimanfaatkan sebagai energi listrik, biogas tersebut dapat menghasilkan 81.569 kWh/hari energi listrik. Penelitian ini menggambarkan bahwa limbah peternakan ruminansia memiliki potensi besar untuk dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, mendukung transisi energi secara berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomis.
Copyrights © 2026