Kecemasan akademik merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami remaja dalam menghadapi tes kemampuan akademik. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi, motivasi belajar, dan hasil akademik siswa. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah Dance Movement Therapy(DMT). Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas Dance Movement Therapy terhadap tingkat kecemasan akademik dalam menghadapi tes kemampuan akademik. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Martapura menggunakan desain pre and post test with control group. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 20 responden kelompok intervensi dan 20 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan Dance Movement Therapy, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan kategori ringan, sedang, dan berat. Karakteristik responden pada kelompok intervensi mayoritas berusia 14–15 tahun sebanyak 16 responden (80%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 14 responden (70%). Pada kelompok kontrol mayoritas berusia 14–15 tahun sebanyak 18 responden (90%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 12 responden (60%). Sebelum diberikan intervensi, mayoritas responden kelompok intervensi mengalami kecemasan berat sebanyak 11 responden (55%). Setelah diberikan Dance Movement Therapy, tingkat kecemasan responden mayoritas berubah menjadi kategori sedang sebanyak 10 responden (50%). Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p-value = 0,001 (<0,05) Dance Movement Therapy efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan akademik pada remaja dalam menghadapi tes kemampuan akademik.
Copyrights © 2026