Indonesia dikenal sebagai negara megadiversitas, yang mana memiliki kekayaan tumbuhan yang sangat tinggi dan bermanfaat bagi manusia. Serai dapur (Cymbopogon citratus) dari famili Poaceae telah populer dibudidayakan secara luas di dunia dan memiliki sifat farmakologis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi senyawa aktif dalam minyak atsiri C. citratus, bioaktivitas antiparasit, dan prediksi toksisitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian komputasi atau in silico, yang menggunakan data sekunder seperti data dokumen penelitian (original research) dari database indeks scopus dan webserver senyawa obat. Data yang dikumpulkan adalah senyawa bioaktif minyak atsiri C. citratus, bioaktivitas dari setiap senyawa dengan menggunakan webserver PASS, profil toksisitas senyawa bioaktif menggunakan webserver ProTox 3.0. Data yang diperoleh disajikan dalam tabel deskriptif. Senyawa bioaktif minyak atsiri serai dapur (C. citratus) yang ditemukan dengan jumlah dominan adalah geranial dan neral (citral), disertai myrcene, isogeranial, geraniol, limonene, kariofilena oksida, Propil amil keton (2-Nonanone), dan 6-Methyl-5-Hepten-2-one. Semua senyawa memiliki potensi bioaktivitas antiparasitik, antihemilmintik, insektisida, antiprotozoal (Plasmodium). Dua senyawa tidak bersifat antiprotozoal (Trypanosoma) dan empat senyawa tidak bersifat antiprotozoal (Toxoplasma). Semua senyawa memiliki kelas toksisitas 5, kecuali citral (4). Beberapa senyawa diprediksi aktif menimbulkan neurotoksisitas dan kardiotoksisitas (n=2), imunotoksisitas (n=1), dan ekotoksisitas (n=5). Semua delapan senyawa diprediksi tidak aktif menimbulkan hepatotoksisitas, respiratoritoksisitas, karsinogenitas, mutagenitas, dan sitotoksisitas. Senyawa bioaktif minyak atsiri serai dapur (C. citratus) memiliki potensi sebagai antiparasit.
Copyrights © 2026