Serangan hama menjadi masalah yang cukup penting bagi petani dalam praktik budidaya sayuran. Akan tetapi, pengendalian hama menggunakan pestisida sintetik masih banyak dipakai karena dianggap efektif dan mudah, namun penggunaan insektisida sintetis berlebihan memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Sebagai salah satu alternatif pengendalian hama, dapat menggunakan pestisida berbahan aktif metabolit sekunder dari tumbuhan atau biasa disebut pestisida nabati. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan pestisida nabati terbaik yang dapat menekan intensitas serangan hama kutu daun pada tanaman kailan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Lingkungan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Perlakuan tersebut diantaranya K (Kontrol), PP (Pestisida daun pepaya), PM (Pestisida daun mimba), PB (Pestisida daun babandotan), dan PS (Pestisida sintetik). Hasil penelitian dengan analisis ragam uji Beda Nyata terkecil (BNT) taraf 5% menunjukkan bahwa perlakuan PP memberikan nilai intenstas serangan hama terendah pada kutu daun (0,833% – 3,333%), dan memberikan hasil panen tertinggi sebesar 41,750 g/petak. Adapun hasil analisis korelasi antara serangan hama dengan hasil panen menunjukkan bahwa hama kutu daun berpengaruh terhadap hasil panen dengan nilai korelasi sebesar -0,49. Oleh karena itu, pestisida nabati daun papaya dapat direkomendasikan sebagai alternatif pestisida dalam menekan intensitas serangan hama dalam budidaya kailan.
Copyrights © 2026