Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam sektor pangan. Perbanyakan secara konvensional masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan bibit unggul, serangan patogen, serta ketergantungan terhadap musim tanam. Kultur jaringan menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah besar, seragam, dan bebas penyakit. Keberhasilan teknik ini sangat dipengaruhi oleh penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT), khususnya auksin dan sitokinin yang berperan dalam mengatur diferensiasi dan pembelahan sel. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis peran NAA (Naphthalene Acetic Acid) dan BAP (6-Benzylaminopurine) dalam proses induksi dan proliferasi kalus bawang merah secara in vitro berdasarkan berbagai hasil penelitian yang dipublikasikan pada periode 2010–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa NAA berperan dalam merangsang dediferensiasi sel dan inisiasi kalus, sedangkan BAP meningkatkan aktivitas pembelahan sel dan proliferasi jaringan. Kombinasi NAA dan BAP pada konsentrasi yang seimbang mampu meningkatkan respon morfogenetik eksplan serta menghasilkan pertumbuhan kalus yang lebih optimal, yang berimplikasi pada peningkatan efisiensi teknik perbanyakan tanaman secara in vitro.
Copyrights © 2026