Perubahan karakteristik tenaga kerja yang didominasi oleh Generasi Z telah menghadirkan tantangan baru bagi organisasi, salah satunya adalah fenomena quiet quitting, yaitu kondisi ketika karyawan hanya menjalankan tugas sesuai tanggung jawab formal tanpa memberikan kontribusi di luar kewajibannya. Fenomena ini berpotensi menurunkan keterikatan kerja, produktivitas, dan keberlanjutan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen talenta dalam menghadapi fenomena quiet quitting pada Generasi Z melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian berupa artikel ilmiah yang diperoleh dari Scopus, Web of Science, ScienceDirect, Emerald Insight, SpringerLink, Taylor & Francis, ProQuest, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2020–2026. Proses seleksi literatur mengikuti pedoman PRISMA 2020, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen talenta yang mencakup rekrutmen berbasis kompetensi, pengembangan karier, pelatihan berkelanjutan, mentoring, sistem penghargaan, kepemimpinan transformasional, fleksibilitas kerja, dan digitalisasi pengelolaan sumber daya manusia berperan penting dalam meningkatkan employee engagement, kepuasan kerja, loyalitas, dan retensi karyawan. Strategi tersebut terbukti mampu mengurangi kecenderungan quiet quitting pada Generasi Z dengan menciptakan lingkungan kerja yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan individu. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen talenta serta menjadi rekomendasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan di era transformasi digital.
Copyrights © 2026