Media sosial tidak hanya menyebarkan informasi ekonomi, tetapi juga membentuk cara audiens memahami kekayaan, kelas sosial, dan sistem finansial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi realitas ekonomi dalam konten Instagram akun @hanhancuk melalui semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan paradigma interpretif, pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian deskriptif. Korpus penelitian mencakup seluruh 87 Reels yang dipublikasikan pada 10 Maret sampai 30 April 2026. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan dan dokumentasi, kemudian dikelompokkan ke dalam empat klaster tematik. Setiap konten dibaca melalui denotasi, konotasi, dan mitos, sedangkan kategori lapisan dominan digunakan sebagai strategi penyajian hasil. Temuan menunjukkan 23 konten dominan denotasi, 31 dominan konotasi, dan 33 dominan mitos. Konten denotatif terutama menjelaskan mekanisme ekonomi secara langsung. Konten konotatif membangun kritik melalui satire, ironi, dialog fiktif, dan metafora. Konten dominan mitos menaturalisasi pandangan bahwa kekayaan dan ketimpangan ditentukan oleh penguasaan pengetahuan atas celah sistem. Secara keseluruhan, @hanhancuk merepresentasikan realitas ekonomi secara ganda. Akun ini membuka praktik ekonomi yang dianggap tidak transparan, tetapi sekaligus memproduksi mitos bahwa literasi finansial individual merupakan jalan keluar utama dari persoalan struktural.
Copyrights © 2026