Keterbukaan informasi merupakan prinsip penting dalam penyelenggaraan program beasiswa karena berperan dalam memberikan akses informasi yang adil dan setara bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terhadap keterbukaan informasi pendaftaran Beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) melalui media digital milik Bank Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan terdiri atas enam mahasiswa UNESA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Sugiyono yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis mengacu pada konsep persepsi Kenneth K. Sereno dan Edward M. Bodaken yang dijelaskan oleh Deddy Mulyana (2015), yaitu selection, organization, dan interpretation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memanfaatkan media digital resmi sebagai sumber utama informasi, namun keterbatasan publikasi mendorong mereka melakukan verifikasi melalui berbagai sumber lain. Mahasiswa memaknai keterbukaan informasi sebagai penyediaan informasi yang jelas, lengkap, konsisten, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa. Keterbatasan informasi yang dipublikasikan juga menimbulkan kebingungan, ketidakpastian, serta memengaruhi kepercayaan mahasiswa terhadap penyelenggaraan program beasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga merepresentasikan keterbukaan komunikasi penyelenggara dalam menjamin pemerataan akses informasi bagi mahasiswa.
Copyrights © 2026