Konstruksi perkerasan jalan Asphalt Concrete–Binder Course (AC-BC) berperan penting dalam infrastruktur transportasi, namun masih mengalami kerusakan dini akibat beban lalu lintas, kondisi iklim, dan penetrasi air yang melemahkan ikatan aspal–agregat. Penelitian ini bertujuan menganalisis durabilitas campuran AC-BC dengan penambahan limbah uPVC sebagai aditif terhadap variasi waktu perendaman air. Kadar uPVC yang digunakan sebesar 6% dengan KAO 5,15% berdasarkan penelitian (Anjani, 2025) yang menunjukkan kinerja optimum campuran. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium menggunakan 15 benda uji yang dibagi dalam lima variasi waktu perendaman, yaitu 1, 2, 4, 24, dan 48 jam, masing-masing tiga benda uji. Pengujian Marshall digunakan untuk memperoleh nilai stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), serta karakteristik volumetrik (VIM, VMA, VFB). Hasil menunjukkan peningkatan waktu perendaman menurunkan stabilitas dari 1473 kg menjadi 1041 kg, MQ dari 342,6 kg/mm menjadi 226,3 kg/mm, serta durabilitas dari 96,74% menjadi 68,36%. Sebaliknya, nilai flow meningkat dari 4,30 mm menjadi 4,60 mm akibat melemahnya ikatan aspal–agregat. Parameter volumetrik relatif stabil dan masih memenuhi spesifikasi. Dapat disimpulkan bahwa uPVC 6% memberikan ketahanan awal yang baik terhadap air, namun menurun seiring waktu perendaman sehingga durabilitas jangka panjang tidak memenuhi batas minimum. Penelitian ini menunjukkan potensi uPVC sebagai aditif ramah lingkungan.
Copyrights © 2026