Kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah daerah ditentukan secara fundamental oleh kualitas dan sensitivitas kultural komunikasi kelembagaan. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi model komunikasi humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, mengeksplorasi integrasi kearifan lokal dalam praktik kehumasan, serta merumuskan model komunikasi berbasis kultural sebagai kerangka strategis pembangunan kepercayaan publik. Pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Temuan menunjukkan bahwa praktik humas Pemprov Sulsel masih didominasi model public information yang monologis dan birokratis. Nilai kearifan lokal siri' na pacce, sipakatau, sipakalebbi, dan abbulo sibatang baru terintegrasi secara simbolik, belum menyentuh dimensi substansial. Kajian ini menghasilkan Model Komunikasi Humas Kultural-Dialogis dengan empat prinsip: kultural-empatik, dialogis-partisipatif, autentik-konsisten, dan adaptif-kontekstual. Secara teoretis, kajian ini berkontribusi pada pengembangan kajian government public relations dengan menawarkan kerangka integrasi nilai kearifan lokal sebagai variabel kultural dalam model komunikasi kelembagaan pemerintah daerah. Kepercayaan publik tumbuh melalui resonansi nilai yang dihayati bersama, bukan sekadar volume informasi yang disebarkan.
Copyrights © 2026