Skripsi ini mengulas tentang eksistensi kurban dalam prespektif Islam dan Katolik. dalam agama Islam maupun katolik sama sama mengajarkan syari‟ah berkurban. Akan tetapi memiliki cara dan pandangan yang berbeda. Kurban merupakan simbul penghambaan seorang muslim kepada sang kholik dan merupakan tanda kemukminan seorang muslim yang sejati dan bentuk ibadah berdimensi sosial dalam Islam. Kurban juga erat kaitannya dengan soldaritas dan soldaritas adalah salah satu tujuan dari ibadah kurban. Karena dapat menjadi instrumen dan memperkuat kebersamaan. Dalam ajaran agama Islam berkurban merupakan sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt berupa hewan sesembelihan yang di laksanakan pada hari raya Idul Adha, Sebagai bentuk dari rasa syukur seorang hamba kepada Rabbnya. Yang di perintahkan melalui surat Al-kautsar, dan untuk meneladani kisah nabi –nabi sebelumnya yang membuahkan ketaatan dan kecintaan kepadaNya. Adanya syari‟ah kurban dalam Islam merupakan salah satu bentuk dan wujud kesempurnaan Islam sebagai rahmatan lil „alamin. Sebagaimana tertulis dalam kitab perjanjian lama, dalam agama Katolik juga menerangkan tentang syari‟at kurban sebagaimana dalam bible keluaran pasal 8 ayat 2, kurban inilah yang selalu diperingati oleh umat katolik dengan mengurbankan anak domba yang merupakan gambaran dari paska kristus yang menebus umat manusia dari perbudakan dosa oleh kurban salib-Nya. Islam dan Katolik mempunyai pandangan yang berbeda mengenai sejarah kurban, Al-Qur‟an menceritakan bahwa dalam mimpinya, Ibrahim mendapat perintah dari Allah supaya meyembelih putranya Nabi Ismail, sedangkan yang diceritakan dalam Bible putra nabi Ibrahim yang akan disembelih adalah Ishaq. Kesimpulan secara umum adalah bagi umat Islam maupun Katolik yang secara kondisi ekonomi dan mempunyai kemampuan untuk berkurban hendaknya dapat memenuh syari‟at kurban dengan cara dan tujuan yang benar sesuai dengan yang dicontohkan oleh para nabi. Kata kunci : Perbandingan Agama, Kurban
Copyrights © 2016