Artikel ini mengkaji musik tradisional Nusantara sebagai warisan hidup melalui perspektif etnomusikologi. Subjek penelitian adalah relasi antara musik, budaya, identitas sosial, praktik ritual, transmisi lisan, dan keberlanjutan tradisi musik di masyarakat Nusantara. Tujuan artikel ini adalah merumuskan kerangka konseptual yang dapat menjelaskan bagaimana musik tradisional bekerja bukan hanya sebagai susunan bunyi, melainkan sebagai sistem makna sosial dan budaya. Metode yang digunakan ialah penelitian kepustakaan kualitatif dengan analisis tematik terhadap naskah pengantar etnomusikologi serta literatur utama mengenai musik dalam budaya, warisan budaya tak benda, dan keberlanjutan musik. Landasan konseptual artikel ini bertumpu pada pemikiran Merriam, Blacking, Nettl, Rice, Turino, dan UNESCO tentang musik sebagai praktik budaya, identitas sosial, partisipasi, dan warisan tak benda. Hasil kajian menunjukkan bahwa musik Nusantara berfungsi sebagai ekspresi budaya, media ritual, sarana komunikasi, penanda identitas, ruang pendidikan nilai, serta mekanisme pewarisan pengetahuan lokal. Artikel ini menegaskan bahwa pelestarian musik tradisional perlu dipahami sebagai proses keberlanjutan budaya yang bersifat dinamis, partisipatif, dan berbasis komunitas.
Copyrights © 2026