Transformasi digital menuntut literasi digital, tetapi siswa desa masih terkendala akses dan pendampingan sehingga kesiapan belajar rendah. Penelitian ini menerapkan pendekatan literasi digital kontekstual untuk meningkatkan kesiapan belajar siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest pada 30-60 responden yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan N-Gain. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital (58,4 menjadi 78,9) dan kesiapan belajar (60,2 menjadi 80,7) dengan kategori peningkatan sedang. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan efektif dalam memperkuat kemampuan digital dan kesiapan belajar. Penelitian ini menawarkan model literasi digital yang adaptif terhadap kondisi lokal sebagai upaya mengurangi kesenjangan digital dan mendukung pembelajaran berbasis teknologi di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026