Penelitian ini berangkat dari keterbatasan layanan posyandu yang masih mengandalkan pencatatan manual, akses informasi gizi yang belum merata, serta partisipasi masyarakat yang belum stabil, sehingga diperlukan pemanfaatan teknologi digital. Tujuannya adalah mengembangkan dan menilai model posyandu digital dalam meningkatkan kesadaran gizi balita. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain one-group pretest–posttest pada 30–50 ibu balita melalui kuesioner, observasi, dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi, disertai naiknya kehadiran, akses informasi, dan keterlibatan peserta. Temuan ini menegaskan bahwa penggabungan pencatatan digital dan edukasi gizi mampu memperbaiki layanan sekaligus mendorong perubahan perilaku. Kebaruan penelitian terletak pada model terintegrasi yang disusun sesuai kondisi masyarakat dan dapat digunakan sebagai acuan pengembangan layanan posyandu yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026