Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan pengendalian internal terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan negara pada satuan kerja di lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei melalui kuesioner skala Likert 1–5 yang disebarkan kepada 50 responden aparatur pengelola keuangan yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS, meliputi evaluasi model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model), serta pengujian hipotesis melalui teknik bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator penelitian valid dan reliabel. Pemahaman SAP terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan negara (koefisien jalur 0,535; T-statistik 8,152; p 0,000), demikian pula pengendalian internal (koefisien jalur 0,553; T-statistik 8,402; p 0,000). Kedua variabel secara simultan mampu menjelaskan 77,6% variasi akuntabilitas pengelolaan keuangan negara (R² = 0,776). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi aparatur dalam memahami SAP berbasis akrual serta penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) merupakan dua faktor kunci yang saling melengkapi dalam mewujudkan akuntabilitas keuangan yang optimal, termasuk pada organisasi militer yang memiliki karakteristik komando dan kompleksitas anggaran khusus
Copyrights © 2026