Pengangguran terdidik masih menjadi tantangan ketenagakerjaan di Indonesia yang ditandai oleh tingginya jumlah lulusan pendidikan menengah dan perguruan tinggi yang belum terserap secara optimal ke dalam dunia kerja. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja yang berdampak pada proses transisi karier. Era Society 5.0 menghadirkan peluang pemanfaatan teknologi digital yang berpusat pada manusia untuk menjawab berbagai permasalahan sosial, termasuk pengangguran. Esai ini bertujuan mengkaji urgensi pengembangan inovasi berupa sistem deteksi dini kesiapan kerja (work readiness) dan kesiapan berwirausaha (entrepreneurial readiness) sebagai bentuk transformasi digital dalam pengembangan sumber daya manusia. Kajian dilakukan melalui telaah literatur mengenai pengangguran terdidik, Society 5.0 dan pemanfaatan teknologi digital dalam asesmen psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital berpotensi menghasilkan sistem deteksi dini yang cepat, terukur, dan mudah diakses untuk membantu individu mengenali tingkat kesiapan dirinya sebelum memasuki dunia kerja atau memulai usaha mandiri. Pengembangan dan inovasi teknologi tersebut dipandang relevan sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pada era Society 5.0.
Copyrights © 2026