Penggunaan gawai yang berlebihan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan mental, fisik, dan sosial meskipun di satu sisi memberikan banyak manfaat. Esai ini mengeksplorasi peran terapi naratif sebagai salah satu intervensi psikologis yang dapat mendukung penanganan adiksi gawai pada generasi muda. Berdasarkan tinjauan berbagai studi, terapi naratif dianggap menjanjikan karena bersifat non-blaming, kolaboratif, dan memberdayakan klien. Namun demikian, bukti empirisnya masih terbatas dibandingkan pendekatan lain seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Oleh karena itu, diharapkan konselor dan praktisi kesehatan mental mempertimbangkan pendekatan ini secara bijak dan selalu berbasis bukti dalam praktik klinis.
Copyrights © 2026