Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap pendidikan secara fundamental, terutama bagi Generasi Z yang tumbuh sebagai digital natives. Artikel ini membahas pengaruh digital learning terhadap perilaku belajar Generasi Z, mencakup motivasi belajar, konsentrasi, multitasking, serta preferensi terhadap konten visual dan interaktif. Berdasarkan kajian literatur tahun 2021–2025, ditemukan bahwa Generasi Z memiliki fleksibilitas belajar yang tinggi dan kemampuan adaptasi teknologi yang baik, namun juga rentan terhadap distraksi digital, prokrastinasi, dan penurunan kemampuan membaca kritis. Artikel ini menawarkan solusi melalui desain blended learning, penguatan self-regulated learning, penggunaan microlearning dan gamifikasi, serta pendampingan digital oleh pendidik. Kesimpulannya, digital learning tidak hanya mengubah metode belajar, tetapi juga membentuk pola kognitif dan afektif Generasi Z sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang adaptif dan seimbang.
Copyrights © 2026