Transformasi digital dalam pendidikan menghadirkan peluang pembelajaran yang lebih fleksibel, personal, dan terhubung. Namun, penggunaan teknologi dan kecerdasan buatan juga memunculkan tantangan psikologis dan etis, seperti distraksi digital, ketergantungan pada jawaban instan, information overload, pelemahan kemandirian belajar, serta persoalan integritas akademik. Tulisan ini menawarkan gagasan beyond digital literacy, yaitu pengembangan kompetensi digital yang tidak berhenti pada keterampilan teknis, tetapi mencakup regulasi diri, etika digital, dan resiliensi psikologis. Melalui kajian konseptual, artikel ini menegaskan bahwa kompetensi digital di era Society 5.0 perlu diarahkan pada pembentukan peserta didik yang mampu mengelola fokus, menggunakan teknologi secara jujur dan aman, serta tetap adaptif di tengah perubahan digital. Artikel ini juga menawarkan strategi implementasi praktis di sekolah dan perguruan tinggi melalui kurikulum, desain pembelajaran, kebijakan penggunaan AI, asesmen berbasis proses, dan layanan pendampingan psikologis.
Copyrights © 2026