Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi, pembelajaran, dan interaksi sosial mahasiswa. Meskipun teknologi memberikan kemudahan akses informasi dan mendukung aktivitas akademik, penggunaan media digital yang berlebihan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental. Artikel ini bertujuan mengkaji hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO), penggunaan media digital, dan pentingnya digital well-being dalam menjaga kesejahteraan psikologis mahasiswa. FoMO merupakan kondisi psikologis yang ditandai oleh rasa takut tertinggal informasi, aktivitas, atau pengalaman sosial yang dialami orang lain, sehingga mendorong individu untuk terus terhubung dengan media sosial. Dampak FoMO pada mahasiswa meliputi meningkatnya perbandingan sosial, kecemasan, stres psikologis, digital burnout, serta gangguan kualitas tidur. Sebagai upaya adaptasi, konsep digital well-being menawarkan strategi penggunaan teknologi yang lebih sehat melalui regulasi diri digital, pengelolaan waktu layar (screen time management), penggunaan teknologi secara sadar (mindful technology use), dan pengembangan strategi coping yang adaptif. Penerapan strategi tersebut dapat membantu mahasiswa memanfaatkan teknologi secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan mental. Dengan demikian, keseimbangan dalam penggunaan teknologi digital menjadi faktor penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa di era digital.
Copyrights © 2026